manusia dan penderitaan

pengetian penderitaan

. Pengertian Penderitaan

Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.

2.2. Penderitaan Sebuah Fenomena Universal

Penderitaan, memang tak hanya terjadi lantaran perang ataupun tingkah manusia agresif lainnya. Banyak hal yang sebenarnya yang bisa menjadi penderitaan manusia, bencana alam, musibah atau kecelakaan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan lain sebagainya. Selain itu penderitaan boleh juga dibilang sebagai fenomena yang universal. Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia di zaman ini, dimana kebutuhan dan tuntutan hidup semakin meningkat yang pada instansi berikut bisa menimbullkan penderitaan bagi yang tidak mampu memenuhinya. Akan tetapi penderitaan, konon telah dikenal sejak kelahiran manusia pertama. Belum begitu lepas dari ingatan kita, barangkali, betapa adam dan hawa harus menderita terlompat dari surga lantaran tindakannya sendiri yang mengesampingkan perintah tuhan dan lebih menuruti nafsu dan bujukan syaitan.

penyebab 3 alasan ketakutan

SEBUAH hubungan kasih tidak akan berhasil jika kedua pihak yang terlibat tidak memiliki tingkat komitmen yang seimbang di dalamnya. Satu-satunya cara menjamin kesuksesan hubungan adalah menetapkan tekad yang sama kuat untuk berkomitmen terhadap satu sama lain.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang merasa fobia terhadap komitmen. Umumnya, hal-hal di bawah ini yang menjadi alasan ketakutan:

Orang yang salah
Sejumlah orang merasa fobia terhadap komitmen karena mereka tahu tidak bersama orang yang tepat. Tidak ada yang salah dengan hal ini, kecuali jika Anda sengaja terus menggantungkan hubungan. Jangan membuat janji-janji kepada seseorang jika Anda tidak melihat masa depan bersamanya.

Takut terikat
Para lajang mencintai kebebasannya. Banyak di antara mereka, terutama yang telah melajang sekian lama, menganggap berkomitmen dalam suatu hubungan dapat mengancam kebebasan mereka. Melaporkan segala gerak-gerik dan meminta persetujuan pasangan sebelum mengambil setiap keputusan, mungkin terdengar kurang menyenangkan dan mencekik bagi para pecinta kebebasan.

Namun, membuat keputusan bersama merupakan bagian dari cinta dan komitmen. Jika Anda masih kesulitan melepaskan sedikit kebebasan, itu tandanya Anda belum siap untuk berkomitmen.

Punya prioritas lain
Berkomitmen terhadap seseorang membutuhkan upaya ekstra keras. Bukan tak mungkin, Anda harus menyisihkan sejumlah hal dalam hidup dan menentukan prioritas.

Tapi, mungkin saja ada prioritas-prioritas lain yang ternyata lebih penting dan harus didahulukan. Misalnya menyelesaikan pendidikan, merawat orang tua, dan lain sebagainya. Jika demikian, berkomitmen dalam hubungan mungkin menjadi urutan kesekian dalam daftar prioritas. Jadi, pastikan Anda membenahi kehidupan terlebih dulu sebelum memulai suatu hubungan serius.

Takut dikhianati
Sumpah setia sekali pun tidak menjamin Anda tidak akan dikhianati. Ketika Anda menyerahkan hati sepenuhnya, ada kemungkinan bahwa pasangan suatu saat nanti bertindak mengecewakan.

Bagi sejumlah orang, kekhawatiran akan dikhianati sudah cukup untuk membuatnya menolak berkomitmen penuh pada seseorang. Dengan demikian, sebuah pengkhianatan tidak akan terasa terlalu menyakitkan dibandingkan jika dirinya menyerahkan hati sepenuhnya.

Belum siap
Tidak ada yang salah dengan tidak merasa siap untuk berkomitmen terhadap siapa pun. Kadang, kondisi, jalan pikiran, usia, dan prioritas lain berkolaborasi menjadi faktor yang membuat Anda merasa belum siap.

Jangan terlalu memaksakan diri. Jika Anda merasa belum siap untuk sebuah komitmen, lebih baik berikan waktu untuk mengenal diri sendiri lebih jauh lagi. Dengan menemukan jati diri yang sesungguhnya, Anda akan memiliki pondasi kuat untuk membangun hubungan sehat di masa depan. (LI/OL-06)

sumber:
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/pengertian-penderitaan.html
http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2010/10/13/4138/12/Lima-Alasan-Takut-Komitmen

manusia dan keindahan

nilai etetik

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu ? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberbargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
"The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group". ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).
Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang hams dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapit pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.

Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instmmental/contributory value), yakni nilai yarg bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
(1) puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
(2) Tari, tartan Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.
Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tartan itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik

renungan

keserasian

teori teori keserasian
Posted by admin on October 29, 2010

Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena (1) Pada dasarnya setiap perkembangan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian dari

Kerja Kursus tahun 2009 yang dihasilkan oleh pelajar PISMP Pengajian Agama Islam dari IPGM Kampus Tun Husseion Onn, Batu Pahat, Johor. Semoga hasil kerja ini dapat dikongsi bersama

3 Ini bertepatan dengan Teori Kerjaya Holland yang menekankan keserasian personaliti-persekitaran untuk mencapai kepuasan yang tinggi. Contohnya menurut Holland, jika individu dengan

TEORI TEORI MOTIVASI Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian

renungan

Renungan Tentang Tepo Sliro, Empathy dan Kepedulian Sosial Anak Bangsa
Posted by Triwidodo on Jun 13th, 2010 in Rakyat Bersuara, Semangat Indonesia | 0 comments

“Kekuatan Dunia Benda membuat manusia tidak sadar mana yang benar dan mana yang tidak benar”, sebuah SMS Wisdom yang membuat sepasang suami istri terpana karena ketepatan akan maknanya. Mereka lama merenungkannya dan kemudian mengkaji dengan menyimak petuah Sri Mangku Negara IV dalam buku “Wedhatama Bagi Orang Modern,”dan Nasehat dari Kitab Klasik Timur yang telah diolah dalam buku “Menemukan Jati Diri, I Ching Bagi Orang Modern”, keduanya karya Bapak Anand Krishna, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama.

Sang Suami: Krisis bangsa nampak belum usai juga karena rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara, serta lunturnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Pengaruh “individualisme, materialisme dan hedonisme” menyebar ke seluruh anak bangsa. Kekuatan dunia benda amatlah nyata. Melihat tayangan di media elektronik tentang penawaran mansion dan apartemen mewah, kenyamanan berlibur ke ujung dunia, kendaraan, perabot dan hiburan supermewah, mestinya sudah tak ada seorang warga negarapun yang kelaparan, yang tak sanggup mendapatkan nasi dalam kesehariannya. Tanpa terasa telah terbentuk “the affluent society”, masyarakat yang sangat berlebihan sifat konsumtifnya. Dana yang seharusnya bisa produktif untuk memutar roda ekonomi dipakai keperluan konsumtif pribadinya.

Sang Isteri: la yang larut dalam dunia akan dikendalikan oleh pikiran, akan diperbudak oleh panca indera, mirip seorang raksasa walaupun berbadan manusia. Penampilan para raksasa masa kini bisa necis, berdasi, berjas, dan naik-turun mobil mewah, tetapi hanya memikirkan kepentingan pribadinya. Jiwa sang raksasa belum tersentuh rasa. Belum memahami “tepo sliro”, suatu istilah para leluhur tentang sebuah “Kaidah Emas” yang berlaku universal, “Perlakukanlah orang lain seperti kita ingin diperlakukan yang demikian kepada kita”. Masih banyak anak bangsa yang berada dlam kesusahan tidak perlu kita memamerkan kemewahan pribadinya.

sumber:
http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/nilai-estetik.html
http://mediaindonesia.co.cc/search/label/teori+teori+keserasian
http://www.oneearthmedia.net/ind/?p=923

manusia dan cinta kasih

pengertian cinta dan kasih
Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi. Cinta adalah sumber segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita tanpa cinta.

Pada dasarnya kasih sayang adalah fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada mahluknya, misalnya hewan, kita perhasikan begitu kasihnya kepada anaknya, sehingga rela berkorban jika anaknya diganggu. Naluri inipun ada pada manusia, dimulai dari kasih sayang orang tua kepada anaknya, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi naluri kasih sayang ini dapat tertutup jika terdapat hambatan – hambatan misalnya pertengkaran, permusuhan, kerasukan, kedengkian dan lain – lain.

Cinta dan Daya Cipta

Kekuatan cinta dapat mewujudkan impian seseorang. Cinta dapat membuat seseorang berjuang dengan keras untuk mewujudkan impiannya. Bahkan kita sering mendengar bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta dapat menjadi seorang pujangga atau penyair yang kreatif. Banyak diantara kita berhasil mencapai impian kita dalam kehidupan karena kita dikelilingi oleh cinta kasih, baik dari orang tua, pasangan hidup dan anak – anak dan mereka semua yang kita cintai. Cinta kasih membuat kita berani membayar betapapun mahal harganya (berupa kerja keras, penderitaan, kegagalan) untuk mewujudkan impian yang dapat membahagiakan mereka yang kita cintai itu.

Jika kita mencintai apa yang kita kerjakan sehari – hari, kita dapat meraih hasil yang terbaik. Semua orang yang sukses adalah mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan.
Ruang Lingkup Kasih Sayang ini dapat dibedakan dalam beberapa tingkatan :

Islam menghendaki agar kasih sayang dan sifah belas kasih dikembangkan secara wajar. Jika diperinci maka ruang lingkup kasih sayang ini dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan :

1. Kasih sayang dalam lingkungan keluarga, kasih orang tua kepada anak, kasih suami kepada istrinya, kasih antara orang yang bersaudara dan berkeluarga.

2. Kasih sayang dalam lingkungan tetangga dan kampung.

Suatu pertalian kasih sayang yang timbul dan tumbuh karena hidup bersama dalam suatu lingkungan tetangga dan kampung.

3. Kasih sayang dalam lingkungan bangsa.

Perasaan kasih sayang dan simpati yang timbul akibat persamaan rumpun, suku bangsa, rasa senasib dalam perjuangan yang menyangkut kenegaraan.

4. Kasih sayang dalam lingkungan kegamanaan.

Mencintai dan mengasihi sesame orang yang seagama karena memandang saudara dalam akidah dan keyakinan.

5. Kasih sayang dalam bentuk perikemanusiaan.

Mencintai sesame manusia atas dasar pengertian bahwa manusia adalah sama – sama berasal dari satu keturunan, asalnya satu bapak dan satu ibu.

6. Kasih sayang kepada sesame mahluk (Universal)

Misalnya saling mengasihi, mengasihi hewan dan tumbuh – tumbuhan.

cinta menurut agama
Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Kata-kata mutiara tentang cinta

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

pengertian kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.

Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:

* Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
* Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
* Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.


pengertian pemujaan
Pengertian Pemujaan

Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang ada.seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaa bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.

pengetian belas kasih

Pemahaman Mengenai Belas Kasih
Oleh: praktisi di China

(Kebijakanjernih.net) Belas kasih dinyatakan berbeda pada tingkat yang berbeda. Ketika kita menghadapi berbagai masalah, kita harus menggunakan Fa untuk membimbing dengan benar dalam menanganinya secara belas kasih.

Praktisi Tua Seharusnya Tidak Terlalu Terikat dengan Perasaan

Meskipun benar orang harus mencintai dan merawat orang tua dan anak-anaknya, penting untuk tidak menjadi ekstrim, karena dapat berefek negatif.

Seorang praktisi berusia enam puluh tahun telah melakukan tiga hal dengan baik sampai ia mulai mengurus ibu mertuanya sepanjang waktu. Dia merawatnya sampai meninggal dunia. Ayah mertuanya, kemudian memerlukan perawatan dan ini berlangsung bertahun-tahun. Dia menjadi begitu lelah sehingga tidak dapat membaca Fa atau melakukan latihan Falun Gong tanpa jatuh tertidur. Hal ini menganggunya untuk melakukan tiga hal dengan baik. Meskipun rekan-rekan praktisi mengingatkan tentang kondisinya, dia bersikeras bahwa jika praktisi tidak dapat berbelas kasih kepada anggota keluarga mereka sendiri, maka mereka bahkan tidak memenuhi syarat sebagai orang baik. Saya merasa ia telah lupa tanggung jawabnya yang lebih besar untuk penyelamatan manusia. Selain itu, keluarganya berkecukupan dan mampu mempekerjakan seseorang untuk membantu merawat ayah mertuanya. Dia juga bisa meminta suami dan anak untuk berbagi tanggung jawab, tapi dia tidak melakukan semua itu. Saya percaya bahwa mencurahkan seluruh waktunya untuk merawat ayah mertua mengarah ke ekstrim karena dilakukan dengan mengorbankan tugasnya yang lain. Dipenjara adalah sebuah bentuk penganiayaan. Membiarkan penyakit orang lain menghentikan Anda melakukan tiga hal juga salah satu bentuk penganiayaan.

Praktisi lain dengan masalah serupa mempekerjakan orang untuk membantunya. Jadi, segalanya beres dan ayah mertuanya meninggal tanpa penyesalan. Ketika para praktisi tidak melakukan tiga hal, mereka mengikuti pengaturan kekuatan lama.

Demikian pula, ketika kita mengurus anak-anak kita, sangat penting untuk tidak mengarah ke ekstrim. Aku tahu seorang praktisi yang mengurusi semua kebutuhan cucunya yang berusia enam tahun. Perhatian yang berlebihan kepada cucunya menyebabkan dia tidak memperhatikan kultivasinya sendiri.

Guru berkata di artikel "Larangan bagi Orang yang Xiulian" dari Petunjuk Penting Untuk Gigih Maju,

sumber :
http://www.kebijakanjernih.net/index.php?option=com_content&view=article&id=1366:pemahaman-mengenai-belas-kasih&catid=44:pemahaman-praktisi&Itemid=91
http://irfanoktaviandy.multiply.com/journal/item/18

konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesustraan

pengetian sastra dan seni


Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah “Indonesia” sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapur

pengertian prosa
Prosa ialah karya sastra dalam bentuk bahasa yang terurai tidak terikat oleh rima, ritma, jumlah baris dan sebagainya. Adapun unsure-unsur instrik dalam prosa
1. Tema adalah tentang apa prosa tersebut berbicara
2. Amanat atau pesan yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca
3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita
4. Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku.
5. Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri
1. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai pelaku
2. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak menjadi pelaku
6. Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa
7. Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa

pengertian puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Unsure-unsur intrinsik puisi adalah
1. Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara
2. Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca
3. Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi
4. Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur
5. Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi
6. Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi
7. Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan
1. Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara
2. Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca
3. Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi
4. Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur
5. Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi
6. Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi
7. Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan

sumber :
http://id.shvoong.com/humanities/arts/2050696-pengertian-puisi/
http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2050683-pengertian-prosa/

manusia dan kebudayaan

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu Fisika), manusia merupakan mahluk biologis yang yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi).
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia
1) Manusia itu terdiri dari empat unsur yang sating terkait, yaitu
a. Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampat pada luamya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu ( hal 62)
b. hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak (hal 66)
c. ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahimya kebudayaan (hal 77)
d. nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri (hal 79). ( Asy’arie, 1992 hal : 62-84)
2) Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a. Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
b. Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif’ karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan dua tahun, pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungannya.
c. Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kita-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan ekstemal. Jadi superego

merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dan sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dan pandangan-pandangan orang tua.

hakekat manusia

CIRI-CIRI TINGKAH LAKU MANUSIA YANG MEMBEDAKAN DARI MAKHLUK –MAKHLUK LAIN

June 27, 2009 by zihan syarfilani

KEPEKAAN SOSIAL

Manusia bukan saja merupakan makhluk sosial, yaitu makhluk yang harus hidup dengan sesamanya dan selalu membutuhkan kerja sama dengan sesamanya (seperti halnya dengan beberapa jenis hewan tertentu). Tetapi lebih dari itu manusia mempunyai kepekaan sosial. Kepekaan sosial bearti kemampuan untuk menyesuaikan tingkah laku dengan harapan dan pandangan orang lain. Misalnya, perbuatan seseorang akan berbeda-beda kalau menghadapi orang yang sedang marah, sedang gembira, sedang sedih dan lain-lain. Tingkah laku seseorang juga akan berbeda dalam lingkungan orang-orang yang sedang berpesta, sedang memperingati kematian, atau sedang berdiskusi.

KELANGSUNGAN TINGKAH LAKU

Tingkah laku atau perbuatan manusia tidak terjadi secara sporadis (timbul dan hilang di saat tertentu), tetapi selalu ada kelangsungan (kontinuitas) antara satu perbuatan dengan perbuatan berikutnya. Misalnya seorang anak yag masuk sekolah hari ini, akan bersekolah lagi besok dan bersekolah terus bertahun-tahun untuk akhirnya mempunyai kepandaian tertentu dan mendapat pekerjaan, mempunyai penghasilah, berkelaurga,berketurunan dan seterusnya. Pendek kata, tingkah laku manusia tidak pernah berhenti pada suatu saat. Perbuatan terdahulu merupakan persiapan bagi perbuatan yang kemudian, sedangkan yang kemudian merupakan merupakan kelanjutan dari perbuatan sebelumnya. Dengan demikian adalah kaliru kalau seseorang memandang masa kanak-kanak atau masa remaja misalnya, sebagai suatu tingkat perkembangan yang berdiri sendiri, yangterlepas dari tingkat-tingkat perkembangan lain dalam kehidupan seseorang.

ORIENTASI PADA TUGAS

Tiap-tiap tingkah laku manusia selalu mengarah pada suatu tugas tertentu. Hal ini nampak jelas pada perbuatan-perbuatan seperti belajar atau bekerja, tetapi hal ini juga terdapat pada tingkah laku lain yang nampak tidak ada tujuannya.

Seorang anak misalnya, yang sedang bermain menyusun benteng dari pasir di pantai laut, tiba-tiba merusak benteng itu dan mendirikan sebuah lagi di tempat lain. Nampaknya anak itu melakukan sesutu tanpa tujuan, tetapi pada hakikatnya ia sedang mempelajari sift-sifat pasir, bagaimana kalau dihancurkan, dan sebagainya. Bahkan pada orang yang sedang bermalas-malasan beristirahat merupakan sebagian tugas yang harus dipenuhi agar ia bisa mengumpulkan energi kembali untuk dapat bekerja lagi, dn seterusnya.

Pengertian Kebudayaan
Secara praktis, kebudayaan adalah sistem nilai dan gagasan utama (vital). Sistem nilai dan gagasan utama itu benar-benar oleh para pendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu, sehingga mendominasi keseluruhan kehidupan para pendukung itu, dalam arti mengarahkan tingkah laku mereka dalam masyarakat. Dapat dikatakan pula, bahwa sistem nilai dan gagasan utama itu memberi seperangkat model untuk bertingkah laku. Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu sistem ideologi, sistem social, dan sistem teknologi. Sistem ideology meliputi etika, norma, adat istiadat, dan peraturan hokum. Sistem sosial meliputi hubungan dan kegiatan sosial di dalam masyarakat. Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidal( dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas :
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial.
3. Wujud sebagai benda :
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.

7 unsur kebudayaan universal yang selanjutnya disebut cultural universals, yaitu sebagai berikut.

1. Sistem kepercayaan (sistem religi)

2. Sistem pengetahuan

3. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia

4. Mata pencaharian dan sistem-sistem ekonomi

5. Sistem kemasyarakatan

6. Bahasa

7. Kesenian

Urutan unsur-unsur kebudayaan di atas menurut Koentjaraningrat didasarkan pada mudah atau susahnya suatu unsur kebudayaan mengalami perubahan. Artinya, unsur kebudayaan yang ada pada nomor urut pertama dianggap sebagai unsur kebudayaan universal yang paling sulit berubah, sedangkan urutan yang terakhir merupakan unsur kebudayaan yang paling mudah berubah.

Fungsi Unsur-Unsur Kebudayaan Universal

Pembahasan tentang fungsi unsur kebudayaan mulai muncul setelah Malinowski memunculkan tulisan-tulisan yang beraliran fungsionalisme. Aliran ini memandang bahwa segala sesuatu akan tetap ada jika masih memiliki fungsi, termasuk unsur-unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat.

Berbagai unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat memiliki fungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat atau naluri akan kebutuhan hidup manusia yang disebut basic human needs. Misalnya, unsur kebudayaan sistem religi atau agama.

Unsur ini sangat dibutuhkan oleh manusia terutama untuk menjawab ketidakberdayaan manusia dalam mengahadapi berbagai masalah kehidupan yang sulit diterima akal. Agama juga berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Penciptanya.

Sistem pengetahuan berfungsi untuk menjawab kebutuhan manusia akan rasa ingin tahu. Dengan pengetahuan, manusia dapat memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya.

Unsur lainnya, yaitu peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang selanjutnya bisa disebut sebagai teknologi, juga mempunyai fungsi yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Dengan teknologi, manusia semakin mudah memenuhi segala kebutuhan.

Dalam kehidupan, manusia juga memerlukan mata pencaharian atau sistem ekonomi. Dengan mata pencaharian atau sistem ekonomi, manusia dapat memenuhi kebutuhan produksi, distribusi, maupun konsumsi.

Sistem kemasyarakatan atau sistem sosial juga diperlukan oleh manusia. Manusia mempunyai kecenderungan untuk berkelompok, maka mereka membentuk keluarga dan kelompok sosial lainnya yang lebih besar.

Adapun unsur bahasa dan unsur kesenian juga sangat dibutuhkan oleh manusia. Tanpa bahasa, baik lisan, tulisan, maupun bahasa isyarat, manusia akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Dengan kesenian manusia mampu memenuhi kebutuhan rekreasi atau mampu mengapresiasikan perasaan seninya.

penyebab terjadinya perubahan kebudayaan
Faktor Intern antara lain:

* Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi)
* Adanya Penemuan Baru:

1. Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada
2. Invention : penyempurnaan penemuan baru
3. Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat

* Konflik yang terjadii dalam masyarakat
* Pemberontakan atau revolusi

Faktor ekstern antara lain:

1. perubahan alam
2. peperangan
3. pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)

Jadi menurut Soerjono Soekanto faktor pendorong perubahan sosial adalah:

1. sikap menghargai hasil karya orang lain
2. keinginan untuk maju
3. system pendidikan yang maju
4. toleransi terhadap perubahan
5. system pelapisan yang terbuka
6. penduduk yang heterogen
7. ketidak puasan masyarakat terhadap bidang kehidupan tertentu
8. orientasi ke masa depan
9. sikap mudah menerima hal baru.

pengertian dialektis
Pengertian Dialektika Hegel

Dialektika disini berasal dari dialog komunikasi sehari-hari. Ada pendapat dilontarkan ke hadapan publik. Kemudian muncul tentangan terhadap pendapat tersebut. Kedua posisi yang saling bertentangan ini didamaikan dengan sebuah pendapat yang lebih lengkap. Dari fenomen dialog ini dapat dilihat tiga tahap yakni tesis, antitesis dan sintesis. Tesis disini dimaksudkan sebagai pendapat awal tersebut. Antitesis yakni lawan atau oposisinya. Sedangkan Sintesis merupakan pendamaian dari keduanya baik tesis dan antitesis. Dalam sintesis ini terjadi peniadaan dan pembatalan baik itu tesis dan antitesis. Keduanya menjadi tidak berlaku lagi. Dapat dikatakan pula, kedua hal tersebut disimpan dan diangkat ke taraf yang lebih tinggi. Tentunya kebenaran baik dalam tesis dan antitesis masih dipertahankan. Dalam kacamata Hegel, proses ini disebut sebagai aufgehoben.

Bentuk triadik dari dialektika Hegel yakni tesis-antitesis-sintesis berangkat dari pemikir-pemikir sebelum Hegel. Antinomi Kantian akan numena dan fenomena menimbulkan oposisi yang tidak terselesaikan[1]. Kemudian Fichte dengan metode ”Teori Pengetahuan”-nya tetap memunculkan pertentangan walaupun sudah melampaui sedikit apa yang dijabarkan oleh Kant.

sumber :
http://www.crayonpedia.org/mw/Faktor-Faktor_Penyebab_Perubahan_Sosial._Faktor%E2%80%93Faktor_Internal._Faktor-Faktor_Eksternal_9.1

http://www.anneahira.com/7-unsur-kebudayaan-universal.htm

http://asiaaudiovisualexc09zihansyarfilani.wordpress.com/2009/06/27/ciri-ciri-tingkah-laku-manusia-yang-membedakan-dari-makhluk-%E2%80%93makhluk-lain/