manusia dan penderitaan

pengetian penderitaan

. Pengertian Penderitaan

Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.

2.2. Penderitaan Sebuah Fenomena Universal

Penderitaan, memang tak hanya terjadi lantaran perang ataupun tingkah manusia agresif lainnya. Banyak hal yang sebenarnya yang bisa menjadi penderitaan manusia, bencana alam, musibah atau kecelakaan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan lain sebagainya. Selain itu penderitaan boleh juga dibilang sebagai fenomena yang universal. Penderitaan tidak mengenal ruang dan waktu. Ini berarti bahwa penderitaan tidak hanya dialami oleh manusia di zaman ini, dimana kebutuhan dan tuntutan hidup semakin meningkat yang pada instansi berikut bisa menimbullkan penderitaan bagi yang tidak mampu memenuhinya. Akan tetapi penderitaan, konon telah dikenal sejak kelahiran manusia pertama. Belum begitu lepas dari ingatan kita, barangkali, betapa adam dan hawa harus menderita terlompat dari surga lantaran tindakannya sendiri yang mengesampingkan perintah tuhan dan lebih menuruti nafsu dan bujukan syaitan.

penyebab 3 alasan ketakutan

SEBUAH hubungan kasih tidak akan berhasil jika kedua pihak yang terlibat tidak memiliki tingkat komitmen yang seimbang di dalamnya. Satu-satunya cara menjamin kesuksesan hubungan adalah menetapkan tekad yang sama kuat untuk berkomitmen terhadap satu sama lain.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang merasa fobia terhadap komitmen. Umumnya, hal-hal di bawah ini yang menjadi alasan ketakutan:

Orang yang salah
Sejumlah orang merasa fobia terhadap komitmen karena mereka tahu tidak bersama orang yang tepat. Tidak ada yang salah dengan hal ini, kecuali jika Anda sengaja terus menggantungkan hubungan. Jangan membuat janji-janji kepada seseorang jika Anda tidak melihat masa depan bersamanya.

Takut terikat
Para lajang mencintai kebebasannya. Banyak di antara mereka, terutama yang telah melajang sekian lama, menganggap berkomitmen dalam suatu hubungan dapat mengancam kebebasan mereka. Melaporkan segala gerak-gerik dan meminta persetujuan pasangan sebelum mengambil setiap keputusan, mungkin terdengar kurang menyenangkan dan mencekik bagi para pecinta kebebasan.

Namun, membuat keputusan bersama merupakan bagian dari cinta dan komitmen. Jika Anda masih kesulitan melepaskan sedikit kebebasan, itu tandanya Anda belum siap untuk berkomitmen.

Punya prioritas lain
Berkomitmen terhadap seseorang membutuhkan upaya ekstra keras. Bukan tak mungkin, Anda harus menyisihkan sejumlah hal dalam hidup dan menentukan prioritas.

Tapi, mungkin saja ada prioritas-prioritas lain yang ternyata lebih penting dan harus didahulukan. Misalnya menyelesaikan pendidikan, merawat orang tua, dan lain sebagainya. Jika demikian, berkomitmen dalam hubungan mungkin menjadi urutan kesekian dalam daftar prioritas. Jadi, pastikan Anda membenahi kehidupan terlebih dulu sebelum memulai suatu hubungan serius.

Takut dikhianati
Sumpah setia sekali pun tidak menjamin Anda tidak akan dikhianati. Ketika Anda menyerahkan hati sepenuhnya, ada kemungkinan bahwa pasangan suatu saat nanti bertindak mengecewakan.

Bagi sejumlah orang, kekhawatiran akan dikhianati sudah cukup untuk membuatnya menolak berkomitmen penuh pada seseorang. Dengan demikian, sebuah pengkhianatan tidak akan terasa terlalu menyakitkan dibandingkan jika dirinya menyerahkan hati sepenuhnya.

Belum siap
Tidak ada yang salah dengan tidak merasa siap untuk berkomitmen terhadap siapa pun. Kadang, kondisi, jalan pikiran, usia, dan prioritas lain berkolaborasi menjadi faktor yang membuat Anda merasa belum siap.

Jangan terlalu memaksakan diri. Jika Anda merasa belum siap untuk sebuah komitmen, lebih baik berikan waktu untuk mengenal diri sendiri lebih jauh lagi. Dengan menemukan jati diri yang sesungguhnya, Anda akan memiliki pondasi kuat untuk membangun hubungan sehat di masa depan. (LI/OL-06)

sumber:
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/pengertian-penderitaan.html
http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2010/10/13/4138/12/Lima-Alasan-Takut-Komitmen

0 komentar:

Posting Komentar